KATANYA SUDAH KEMARAU, KOK MASIH SERING HUJAN ? APA SIH PENYEBABNYA, BERIKUT PENJELASANNYA.
bro admin | 22 April 2026 | Dibaca 117 kali

dock/bmkg.go.id

1. Indonesia Sedang Masuk Masa Peralihan Musim (Pancaroba)

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), April–Mei 2026 adalah masa peralihan dari musim hujan ke kemarau. Di masa pancaroba ini biasanya justru:

  • Hujan masih sering terjadi
  • Cuaca lebih ekstrem
  • Angin berubah-ubah
  • Petir dan hujan lebat lebih sering muncul

BMKG mencatat awal April 2026 terjadi hujan sangat lebat di beberapa wilayah seperti:

  • Jawa Barat
  • Banten
  • Jakarta
  • Aceh

Ini dipicu oleh gelombang atmosfer, sirkulasi siklonik, dan pertemuan angin yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

BMKG Jadi meskipun kemarau diprediksi, awal kemarau memang masih bisa hujan.

2. Kemarau 2026 Diprediksi Mulai Bertahap (Tidak Langsung Kering)

BMKG juga menjelaskan: Kemarau mulai April–Juni 2026 Puncak kemarau Agustus 2026 Kemarau diprediksi lebih panjang dan lebih kering dari normalnya BMKG Artinya:

  • April–Mei → masih banyak hujan
  • Juni–Juli → mulai berkurang
  • Agustus → baru benar-benar kering

Jadi sekarang masih wajar kalau masih sering hujan.

3. Faktor Atmosfer yang Membuat Hujan Masih Tinggi

Beberapa penyebab teknisnya antara lain:

A. Gelombang Atmosfer Aktif

  • Gelombang Kelvin
  • Rossby
  • MJO (Madden Julian Oscillation)

Kalau ini aktif → Indonesia bisa hujan walaupun kemarau.

B. Suhu Laut Indonesia Masih Hangat

Indonesia dikelilingi laut. Kalau suhu laut hangat → uap air banyak → hujan mudah terbentuk. Ini yang bikin Indonesia sering: Kemarau tapi masih hujan Hujan lokal tapi intensitas tinggi

C. Sirkulasi Siklonik:

BMKG juga mendeteksi: Sirkulasi siklon di Samudra Hindia, sepert Pertemuan angin Ini bisa memicu:

  • Hujan lebat
  • Angin kencang
  • Kilat/Petir

4. Contoh di Banten (Baru-baru Ini)

BMKG juga sempat mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di Banten pada 12-14 April 2026: Hujan sedang hingga lebat. Petir serta Angin kencang. Ini karena atmosfer masih tidak stabil.

Kesimpulan Sederhananya Jadi walaupun 2026 diprediksi kemarau panjang, tapi: Sekarang masih masa pancaroba Kemarau belum masuk puncak Atmosfer masih aktif Laut Indonesia masih hangat Makanya: Hujan masih sering Bahkan bisa ekstrem

Dan untuk wilayah Provinsi Banten justru ini tergolong masih normal dari bulan April hingga Bulan Mei Tahun 2026 Biasanya mulai terasa kering itu: pada Akhir Bulan Mei, Juni dan Juli Tahun 2026.


Prediksi Cuaca Banten 1–2 Bulan ke Depan (2026)

Pada Akhir April 2026 Masih berpotensi hujan sedang–lebat Indonesia mulai masuk awal kemarau bertahap mulai April 2026 Tapi belum merata, sehingga hujan masih sering terjadi Cuaca masih tidak stabil / ekstrem lokal (petir, angin kencang) BMKG menyebut awal kemarau terjadi bertahap April–Mei–Juni 2026, tidak langsung kering. Artinya di Banten: Siang panas Sore/malam hujan. Potensi hujan lebat lokal masih ada Ini disebut pola pancaroba.

a. Bulan Mei 2026

  • Mulai berkurang hujan tapi masih ada Prediksi kondisi: Hujan mulai jarang Masih ada hujan lokal tiba-tiba Angin mulai lebih kencang Dan Suhu mulai lebih panas.

BMKG juga memprediksi periode April–September didominasi kemarau, tapi hujan masih bisa muncul di awal periode Di Banten biasanya: Hujan 2–4 kali seminggu Intensitas mulai menurun Cuaca ekstrem masih mungkin terjadi pada periode ini 

b. Bulan Juni 2026

Mulai terasa kemarau Ciri-ciri:

  • Hujan makin jarang
  • Udara lebih panas
  • Angin timuran mulai dominan
  • Mulai kering

BMKG juga memprediksi: Kemarau 2026 mulai April Puncak kemarau sekitar Agustus 2026 Kemarau cenderung lebih kering dari normal.

  • Kondisi Banten pada Akhir Bulan April Masih sering hujan & ekstrem.
  • pada Bulan Mei Hujan mulai berkurang.
  • Pada Bulan Juni Mulai kemarau Juli–Agustus Kemarau kuat

Dan Yang Perlu Diwaspadai di Banten Dalam 1–2 bulan ke depan adalah :

  • Hujan deras tiba-tiba
  • Petir & angin kencang
  • Pohon tumbang
  • Banjir lokal (Lebak, Pandeglang, Serang)

Karena masa pancaroba biasanya lebih ekstrem dibanding musim hujan biasa, dan untuk prediksi cuaca curah hujan untuk wilayah sendiri pada akhir bulan april tahun 2026 Berdasarkan data atau prediksi dari BMKG untuk wilayah Kabupaten Lebak seperti :

  • Rangkasbitung
  • Maja
  • Wanasalam
  • Cijaku
  • Sobang

Masih didominasi: Hujan ringan–sedang Cuaca berawan Suhu 23–32°C, Kelembapan tinggi hingga 90% yang Artinya: Siang panas pada Sore / malam hujan Potensi hujan lokal masih tinggi 

BMKG juga mencatat di wilayah Rangkasbitung (Lebak) masih terjadi hujan ringan dengan kelembapan tinggi yang menunjukkan atmosfer masih basah dan belum masuk kemarau penuh.

Prediksi cuaca pada bulan Mei 2026 — Kabupaten Lebak Diperkirakan:

Hujan mulai berkurang Tapi masih ada hujan tiba-tiba Angin mulai lebih kencang Cuaca lebih panas

Wilayah Lebak bagian :

  • Selatan (Bayah, Wanasalam, Cilograng) → hujan lebih lama
  • Tengah (Rangkasbitung, Maja) → mulai berkurang
  • Utara (Cibadak, Kalanganyar) → lebih cepat kering

Ini karena Lebak selatan dekat Samudra Hindia → mudah terbentuk awan hujan.

Prediksi cuaca bulan Juni 2026 — Kabupaten Lebak diperkirakan :

  • Mulai terasa kemarau:
  • Hujan makin jarang
  • Siang lebih panas
  • Malam lebih dingin
  • Angin timur mulai dominan

BMKG juga memprediksi terjadinya Puncak kemarau di Banten Juli–Agustus 2026, berpotensi lebih panjang & lebih kering dan Yang Perlu Diwaspadai di Kabupaten Lebak Dalam 1–2 bulan ke depan :

  • Hujan deras tiba-tiba
  • Angin kencang
  • Pohon tumbang
  • Longsor daerah perbukitan seperti yang Biasanya rawan Daerah Lebak Selatan (Bayah, Cilograng, Sobang) dan Lebak Tengah (Rangkasbitung, Maja).

Informasi tersebut bersumber dari beberapa laporan yang terjadi dari periode tahun 2024 hingga tahun 2025 untuk wilayah Kabupaten Lebak memang sering mengalami cuaca ekstrem saat pancaroba seperti hujan lebat dan angin kencang.


Di INFORMASIKAN :

PUSDALOPS-PB/LEBAK

Instagram : @bpbd.lebak

Website : https://www.bpbdlebakkab.go.id

WhatsApp : 0815 1184 9583

Lebak siaga : 112

Alamat : jln.ir.H.Djuanda, No.37, Rangkasbitung

BAGIKAN :